
Pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 57,8 juta pada 2010, seiring meningkatnya pemakaian layanan tersebut melalui teknologi pita lebar. Saat ini, internet telah menjadi salah satu media pemasaran dan penjualan yang murah, cepat dan memiliki jangkauan yang luas hingga menembus batas-batas negara. Seiring dengan merebaknya penggunaan internet pada akhir 90-an, bermunculanlah berbagai online shop yang menawarkan produk/jasa melalui website yang dirancang untuk dapat melakukan transaksi secara online, dan lahirlah istilah e-commerce. Oleh karena itu, sekarang sudah banyak digital agency yang menawarkan jasa pembuatan company profile untuk membantu mempromosikan perusahaan secara digital.
Menurut Johnson dalam Kuspriatni (2009), e-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama. Sedangkan menurut Adi Nugroho (2006:5), perdagangan e-commerce di definisikan sebagai cara untuk menjual dan membeli barang-barang dan jasa lewat jaringan internet, tetapi hal ini mencakup berbagai aspek diantaranya transaksi pembelian serta transfer dana via jaringan komputer. E-Commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994, banner elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website).
Menurut Kasali (2011), ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh Visa E-Commerce Consumer (Badan Monitor Riset Visa) mengenai peningkatan jumlah orang yang berbelanja dan berusaha di internet. Pertama, sekitar 80% responden menyatakan waktu berbelanja online lebih fleksibel. Kedua, sebanyak 79% responden mengatakan mereka mudah membandingkan harga sehingga bisa lebih berhemat. Ketiga, 78% responden untuk membanding-bandingkan produk. Yang terakhir 75% responden untuk mencari barang murah. Adi Nugroho (2006:19), menjelaskan ada beberapa keuntungan perdagangan elektronik bagi perusahaan, yaitu memperpendek jarak, perluasan pasar, perluasan jaringan mitra bisnis, dan efisien. Di samping segala hal yang menguntungkan, e-commerce juga memiliki sedikit kerugian, yaitu meningkatkan individualisme, menimbulkan kekecewaan, dan tidak manusiawi.
Untuk menghadapi persaingan dalam bisnis e-commerce, maka setiap perusahaan e- commerce perlu memiliki distinctive e-service sebagai point of differentiation untuk menarik minat beli konsumen. Upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen melalui penyampaian yang tepat diharapkan dapat mendorong minat beli konsumen dan menghasilkan customer life time value yang lebih lama bagi perusahaan. Penelitian ini disusun untuk menganalisis pengaruh kualitas e-service terhadap minat beli konsumen, melalui faktor keandalan, desain situs web, keamanan/privasi dan layanan pelanggan. Bahkan, saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan digital agency yang menawarkan jasa pembuatan company profile untuk membuatkan websitenya.